Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Profesi Tukang Bangunan Bisa Menjadi Kontraktor Begini Caranya.!

Apabila sekarang ini profesi kamu tukang bangunan, baca tips ini sampai tuntas jika ingin naik profesi menjadi kontraktor.

Menjadi tukang bangunan tidak perlu minder.

Profesi tukang bangunan bisa sangat menjanjikan, Kamu tidak perlu berkecil hati ataupun merasa minder jika sekarang ini menjadi tukang bangunan. Kalau kita mau untuk terus belajar di dalam profesi ini, pasti suatu saat kita akan sampai di puncak kesuksesan. 

Banyak kesuksesan bisa diraih melalui profesi apapun. Dan saya memilih untuk memulainya dari menjadi tukang bangunan.


Menjadi tukang bangunan tidak perlu kuliah.

Untuk menjadi tukang bangunan,kita tidak perlu kuliah yang menghabiskan banyak biaya. Cukup dengan menggunakan akal pikiran, badan yang sehat dan kuat. kita sudah bisa dan layak menerjuni profesi ini.


Karena pada dasarnya ilmu tukang bangunan itu tidak bisa kita dapatkan di sekolah-sekolah formal ataupun tempat kuliah. Jadi ketika kita menerjuni profesi ini di situlah sebenarnya tempat kita kuliah sekaligus bekerja menghasilkan uang.


Sebab pekerjaan ini lebih menitik beratkan kepada praktek di lapangan dan bukan teori di atas kertas. Lalu bagaimana agar kita bisa meraih sukses dimulai dari berprofesi menjadi tukang bangunan.?


Cara meraih sukses menjadi kontraktor dimulai dari kenek bangunan :

profesi tukang bangunan bisa menjadi kontraktor begini caranya


Di dalam dunia bangunan ada tingkatan - tingkatan profesi sebagai berikut :

kita mulai dari tingkat yang paling bawah :

  • Kenek atau pembantu tukang ( Helper )
  • Tukang ( Pekerja ahli )
  • Mandor / Pemborong jasa ( Pengawas pekerjaan )
  • Kontraktor ( Penerima kontrak pekerjaan berikut material )



Saat menjadi kenek bangunan atau pembantu tukang niatnya jangan bekerja untuk mencari uang.

Di dalam sebuah profesi atau pekerjaan apapun itu, pasti ada puncaknya. Dan puncak tertinggi di dalam pekerjaan bangunan adalah menjadi kontraktor.


Ibarat mendaki gunung, untuk bisa mencapai puncak kita harus mulai dari dasarnya dulu. Begitu juga dengan sebuah profesi atau pekerjaan.


Namun bisa saja kita mulai dari tengah atau langsung berada di puncaknya, semua tergantung dari kemampuan kita masing-masing berdasarkan fakta dan kenyataan kondisi hidup yang ada pada diri kita.


Dengan kondisi kita yang mungkin belum mampu dari sisi finansial, Untuk menjadi kontraktor adalah hal yang tidak mungkin. Maka kita harus bekerja keras dimulai dari dasarnya dulu.


Bahkan apabila kita sama sekali belum memiliki ilmu pengetahuan mengenai bangunan,maka wajib untuk memulainya dari menjadi kenek atau pembantu tukang.


Saat menjadi kenek, Jangan berfikir bekerja adalah untuk mencari uang. Tetapi gunakan kesempatan tersebut untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Terutama ilmu teknik bangunan, menjadi tukang yang serba bisa. 


Bisa memasang apa saja dengan benar,baik dan rapi. Bekerja sebagi kenek sambil belajar praktek menjadi tukang serta selalu ingat dengan tujuan awal kita terjun di dunia bangunan adalah untuk menuju puncak profesi yaitu menjadi kontraktor.



Saat menjadi tukang bangunan, jadilah tukang yang dicari pekerjaan.

Setelah kita merasa cukup menjadi kenek dan menguasai ilmunya tukang bangunan. Maka beranikan diri untuk menjadi tukang. kita harus selalu bisa menjadi tukang yang dicari dan diharapkan. Bisa menjaga dan terus meningkatkan kwalitas dan kwantitas pekerjaan kita.


Kuasai semua jenis pekerjaan tukang. Karena tukangpun ada jenis-jenisnya. seperti tukang sipil,tukang furniture , tukang listrik dan tukang interior.


Menjaga hubungan baik dengan semua tukang yang berbeda jenis pekerjaan adalah baik untuk menunjang tujuan kita menuju puncak. 


Jangan merasa menjadi tukang paling pintar dan paling benar. Bisa bekerjasama di dalam team adalah kunci sukses sebuah pekerjaan.


Intinya perbanyak berkawan dengan tukang yang lainnya lalu minta dan simpan nomor teleponnya,karena ini penting untuk kedepannya setelah kita menjadi mandor atau menjadi kontraktor.



Belajar memborong pekerjaan dengan menjadi mandor bangunan.

Setelah cukup menguasai teknik semua jenis pekerjaan bangunan, langkah selanjutnya adalah belajar memborong. Dimulai dengan menerima borongan pekerjaan upah jasanya saja. Dari kontraktor atau masyarakat yang membutuhkan jasa tukang bangunan.


Cari dan tawarkan keahlian kita kepada beberapa kontraktor untuk bisa bergabung menjadi pemborong jasanya saja di dalam proyeknya.


Terimalah pekerjaan kecil-kecil dulu yang cukup bisa dikerjakan kita sendiri dengan bantuan kenek. Jangan ngoyo menerima banyak pekerjaan kalau kita belum mempunyai team tukang yang banyak. 


Pada fase ini yang harus diutamakan adalah membangun reputasi. Yaitu menjaga kwalitas pekerjaan kita serapi dan sebagus mungkin supaya tidak banyak dikomplin saat pekerjaan selesai.


Ketika reputasi pekerjaan kita baik, otomatis nama kita angkan terangkat. Jangan heran jika nanti kita diberi kepercayaan oleh si kontraktor untuk mengerjakan proyek-proyeknya. Pada kondisi seperti ini kita harus siap dan mempunyai team tukang yang banyak.


Di sinilah gunanya kita menyimpan nomer-nomer telepon tukang yang pada saat itu kita masih menjadi tukang dan selalu menjaga hubungan baik dengan semua tukang. Kita bisa merekrut mereka untuk bekerja menjadi bagian dari team kita.


Dengan sendirinya di sini kita sudah menjadi mandor. Tetapi menjadi mandor tentu banyak tantangan dan ujiannya, karena pada dasarnya kita sudah menjadi pemimpin dan harus bisa memimpin.


Sikap dewasa, Jujur, adil dan bisa ngemong adalah kunci sukses seorang pemimpin.



Saatnya berada di puncak profesi menjadi kontraktor

Setelah kita sukses menjadi pemborong jasanya saja ( Mandor ). Kita harus berani naik ke tangga berikutnya, yaitu menjadi kontraktor. Menerima kontrak pekerjaan berikut materialnya.


Pada fase ini,semakin tinggi pohon akan semakin kencang angin yang menerpanya. Begitu juga dengan sebuah karier atau sebuah usaha. Kita harus siap dan kuat menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan muncul.


Tansah eling lan waspada, mengantisipasi hal-hal buruk yang kemungkinan akan terjadi adalah lebih penting daripada yang penting mendapat kontrak pekerjaan.


Karena di posisi ini masih banyak sekali hal-hal penting yang perlu kita gali dan kuasai lagi ilmu-ilmunya. Agar menjadi kontraktor yang sukses dan tidak meninggalkan nama buruk yang akan menghambat dan menghancurkan usaha kita .Sekali cacat maka tamatlah apa yang telah kita bangun dari dasar.


Di sini kita harus siap secara finansial dan mental. Sebab kita sudah masuk  di wilayah kontraktor yang mengerjakan pekerjaan bangunan berikut bahan material. Jangan sampai nekat mengambil kontrak pekerjaan yang nilainya melebihi finansial kita.


Merangkul investor ketika kita mendapatkan kontrak pekerjaan yang nilainya besar (di luar kemampuan finansial kita) adalah lebih baik, daripada serakah mengejar untung yang banyak.


Dari pengalaman pribadi,untuk bisa menjadi kontraktor yang sukses, kita harus punya dana stanbay yang cukup besar minimal sesuai dengan nilai kontrak pekerjaannya. Karena pekerjaan bangunan akan cepat selesai apabila dananya juga siap dan memadai. Jangan mengandalkan uang DP dari nilai kontrak dan progres pekerjaan kita di lapangan. Ini namanya cari penyakit.



Kesimpulan dari judul profesi tukang bangunan bisa menjadi kontraktor.

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis . Profil penulis profesinya sebagai tukang bangunan yang sekarang ini memiliki team tukang dan sering mendapat kontrak pekerjaan bangunan dari perusahaan swasta, instansi pemerintahan dan masyarakat umum.


Penulis hanya mau menyampaikan, bahwa apapun profesi kita saat ini. Di tangga manapun kita berada, nikmati dan jalani saja dengan suka cita. Rendah hati, Jujur dan lurus serta tidak neko-neko adalah modal utama yang harus kita kedepankan di dalam menjalani pekerjaan atau usaha untuk bisa meraih kesusksesan.


Perbesar dan perkuat dulu wadah kita dari dalam dan luar. Sehingga kita layak dan pantas untuk diberi dan diberkati rejeki yang banyak. Jangan bekerja tujuannya hanya mencari uang. 


Sebab banyak dan besarnya rejeki ( Hasil ) yang akan kita terima adalah menjadi urusan dan rahasianya yang maha kuasa.Ketika rejeki itu sudah diterima barulah menjadi tanggung jawab kita.

Semakin banyak dan besar yang diterima maka semakin banyak dan besar juga tanggung jawabnya.

Tugas kita sebagai manusia hanya diminta untuk berusaha dan berdoa.


Dan sebaik-baiknya doa adalah bekerja

 

Selalu bersyukur dalam keadaan apapun adalah cara memperbesar dan memperkuat wadah dari dalam. 


Dan sebaik-baiknya bersyukur adalah narimo ing pandum


Menguasai ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan adalah cara memperbesar dan memperkuat wadah dari luar. Maka, ketika kita sudah bisa menjalankan itu semua dengan sungguh-sungguh, niscaya kesuksesan akan menghampiri kita.


Berada di puncak kesuksesan dan bergelimang materi memang penting, tetapi berada di puncak kesadaran dan bergelimang ketentraman adalah jauh lebih penting


Terima kasih, Semoga bermanfaat.