Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Umumnya Manusia Siap Mencari Tidak Siap Menerima

 


Apapun itu di dalam kehidupan ini, sejatinya semua sudah disediakan. Manusia tinggal menerimanya saja. Bahkan sebelum kita berpikir untuk mencari, sejatinya sudah diberi.
Baik itu ilmu, rejeki, jabatan, kekuasaan, popularitas dan lain sebagainya.
Namun, karena kita sibuk mencari dan mencari, akhirnya tidak bisa melihat apa yang sudah diberikan dan kita terima (tidak bersyukur).
Ketika apa yang dicari belum didapatkan, kita merasa tidak diberi. Jadi stres, frustrasi, menyimpan dendam, menyalahkan sana-sini dan lain sebagainya. Padahal tidak mendapatkan apa yang kita cari, itu juga adalah pemberian-Nya. Bentuk dari perlindungan dan penyelamatan yang maha kuasa kepada diri kita.
"Umumnya manusia itu siap mencari tetapi tidak siap menerima."
"Mencari itu mudah, yang sulit adalah menerima."
Mencari ilmu itu mudah, yang sulit adalah menerima ilmu. Apakah kita sudah siap dengan ilmu tersebut.? Apakah ilmu yang sudah diterima menjadikan hidup kita selamat atau sebaliknya..?
Bekerja mencari uang itu mudah, yang sulit adalah menerima uang. Semua orang bisa kalau mencari uang, tetapi tidak semua orang bisa siap menerima uang. Kalau semua orang siap saat menerima uang, tentunya semua orang sukses, tidak ada orang yang gagal. Karena yang membuat sukses itu sejatinya bukan uang, tetapi kesiapan untuk menerima dan mengelola apa saja yang sudah diberikan kepada kita.
Apabila kita sudah bekerja keras dan berusaha maksimal, namun sampai detik ini hidup kita masih berada di bawah garis kecukupan. Jangan-jangan kitanya yang belum siap kalau diberi kelebihan, dan tidak bisa mengelolanya. Akhirnya kelebihan itu diberikan kepada mereka yang sudah siap. Yang selalu bersyukur merasa cukup dengan apa yang sudah diterimanya. Sehingga bahagia ketika bisa berbagi dan menjadi lebih. Tidak menunggu lebih untuk bisa berbagi. Tidak menunggu bahagia baru mau berbagi.
Bekerja lalu menerima gaji, yang sulit adalah saat sudah gajian. Berapa banyak orang yang setres justru setelah gajian, setelah menerima uang. Belum gajian stres setelah gajian juga stres 😀. Kenapa..? Karena kita hanya siap mencari, tidak siap menerima. Akhirnya sibuk mencari, lupa dengan apa yang sudah kita terima. Lupa dengan apa yang sudah diberikan-Nya. Tidak bisa mengelola apa yang sudah diterima, karena disibukan untuk mencari dan mencari terus.
Tugas manusia itu sejatinya bukan untuk mencari. Tetapi untuk menerima. Siapkan diri untuk menerima. Apabila ingin menerima yang lebih besar lagi, siapkan juga wadah yang besar, sehingga kita layak dan pantas untuk diberi yang besar.
Kanjeng Nabi Muhammad tidak pernah mencari wahyu, tetapi ia diberi wahyu. Dan wahyu pertama kali, bunyinya adalah "Bacalah" Bukan Carilah.
Artinya, manusia dituntut untuk membaca apa yang sudah diterimanya. Bukan dituntut untuk mencari apa yang belum didapatkannya.
Kalau kita sudah bisa membaca apa yang sudah kita terima, niscaya kita tidak akan pernah merasa kekurangan. Kita akan selalu berada di dalam kecukupan bahkan berkelimpahan. Setiap detik kita sudah diberi, setiap detik juga seharusnya kita bisa membacanya.
"Membaca" seharusnya menjadi yang pertama dan kita utamakan sebagai perintah-Nya. Bukan perintah syahadat, sholat, puasa,zakat dan naik haji. Banyak orang yang tidak selamat sudah menjalankan perintah-perintah tersebut karena tidak melaksanakan perintah yang pertama dan utama yaitu "Membaca" apa-apa yang sudah diberikan kepadanya. Yang sudah diterimanya.
Kalau kita selalu bisa membaca yang kita terima. Otomatis pikiran, ucapan,langkah, dan perbuatan yang akan kita kerjakan (ibadah) adalah kehendak-Nya. Bukan lagi kehendak diri (Nafsu, Ego). Inilah hakekatnya dari manusia adalah utusan-Nya. Diutus menjadi pemimpin untuk mahluk yang lainnya di semesta raya ini, sesuai dengan wadah, jatah, dan wayah yang berada di dalam kehendak-Nya.
HA NA : Ada
CA RA KA : Utusan
HA NA CA RA KA : Ada utusan
Setiap utusan pasti sudah dibekali dengan segala kebutuhannya. Apa yang diperlukan sudah disediakan dan dicukupi. Tidak perlu lagi mencarinya.
Tugasnya utusan bukan mencari, tetapi memahami (Membaca) dan menjalankan apa yang telah diutus untuknya (Yang sudah diberikan kepadanya).
Semua yang sudah diberikan kepadamu, itulah yang diutus untukmu. Kamu diutus untuk apa...?
Iqra (Bacalah).

Post a Comment for "Umumnya Manusia Siap Mencari Tidak Siap Menerima"